xsangna.org

Fashion Terbaru Untuk Penampilan Lebih Trend

You are here: Home - Blogging - Fast Fashion: Kekinian Sekaligus Merugikan


Fast Fashion: Kekinian Sekaligus Merugikan

Selain teknologi, perubahan tren yang relatif cepat berganti adalah fashion. Bagi sebagian orang, fashion adalah hal terpenting. Rasanya mengikuti tren fashion sesuai dengan perkembangan zaman adalah sebuah keharusan.

Kali ini kita akan membahas mengenai fast fashion dalam dunia mode. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan fast fashion? Fast fashion sendiri merupakan istilah yang digunakan oleh industri tekstil yang menghadirkan pakaian dengan konsep ready-to-wear yang menyesuaikan dengan pergantian mode yang cepat dalam jangka waktu tertentu. Sebagai contoh, saat musim panas trend pakaian akan menyesuaikan dengan mode summer. Kemudian tren ini akan berganti lagi seiring dengan pergantian musim. Bahkan dalam penerapannya, mode ini tidak hanya berganti sesuai musim, tapi setiap bulan.

Sudah mengetahui konsep fast fashion, selanjutnya Anda perlu mengenali bagaimana ciri produk fast fashion. Secara umum beberapa hal berikut ini membuat sebuah pakaian dapat disebut fast fashion.

  1. Memiliki ribuan model gaya yang mengikuti perkembangan tren terbaru.
  2. Perputarannya waktunya singkat, saat produk pertama kali terlihat di pameran fashion atau kalangan selebriti hingga di jajaran rak toko.
  3. Biasanya fashion brand yang mengusung konsep fast fashion membayar upah pekerjanya murah. Upah yang rendah tidak disertai dengan hak atau keamanan yang memadai. 
  4. Kuantitas pakaian tertentu dibatasi. Ide ini digagas oleh salah satu fashion brand terkemuka, Zara. Stok pakaian baru yang datang setiap beberapa hari sekali, secara otomatis membuat pembeli sadar. Apabila mereka tidak membelinya saat itu juga, mereka akan kehilangan kesempatan memiliki pakaian tertentu selamanya.
  5. Bahan yang murah dengan kualitas rendah. Jenis bahan tersebut akan membuat kualitas pakaian ikut menurun, bahkan hanya dengan beberapa kali pemakaian saja. Setelahnya mungkin saja pakaian tersebut akan lebih cepat dibuang.

Pakaian-pakaian fast fashion memang sedang digandrungi oleh kalangan, terutama perempuan. Model-model yang up-to-date menjadi daya tarik para penikmat fashion. Dari sisi bisnis, fast fashion juga sangat menguntungkan. Karena model bisnis ini inovatif berkat manajemen supply chain-nya yang membuat jaringan produksi dan distribusinya efektif serta efisien. 

Namun, dibalik sebuah kesuksesan pasti ada yang harus dikorbankan. Mode fast fashion memang sedang melaju pesat. Namun tahukah Anda dibalik itu semua ada hal yang dikorbankan?

Ada dua isu penting yang harus diperhatikan dari industri fast fashion ini. Isu pertama soal pelanggaran terhadap kesejahteraan buruh atau pekerjanya. Kedua adalah isu soal kerusakan lingkungan. 

Soal isu kesejahteraan buruh, industri fast fashion mempunyai target agar dapat selalu memenuhi pasokan pakaian tiap ritelnya di berbagai negara dalam waktu singkat dan kalau bisa biaya produksinya rendah. Dengan prinsip ini, perusahaan mencari pekerja yang dapat dibayar dengan upah yang minim. Para pekerja diambil dari negara seperti Kamboja, India, Bangladesh dan Indonesia. 

Selain soal upah yang rendah, pihak produsen seringkali luput terhadap permasalahan keselamatan dan jam kerja dari para pekerjanya. Karena fast fashion harus selalu menghadirkan model terbaru, pekerja dituntut untuk bekerja terus-menerus. Padahal untuk bisa memproduksi pakaian, pekerja juga harus menerima fasilitas yang seimbang dengan pekerjaannya.

Terkait isu lingkungan, industri fashion pada dasarnya sangat bergantung pada ketersediaan sumber daya alam. Hampir di setiap tahapan dalam proses industri ini melibatkan air. Misalnya pakaian dengan bahan katun, memerlukan air kurang lebih 2.700 liter untuk proses pembuatannya. Pembuatan setengah kilogram benang membutuhkan lebih dari 50 liter air.

Rusaknya lingkungan ini merupakan dampak dari aktivitas industri tekstil yang sangat bergantung pada air. Data dari Boston Consulting Group, pada 2015 menjelaskan bahwa industri mode menghabiskan 79 miliar meter kubik air, melepaskan 1,715 juta ton CO2 dan memproduksi 92 juta ton sampah. Selain itu industri tekstil masuk ke dalam 10 besar jenis industri dunia yang menggunakan dan mencemari air.

Tren fast fashion memang sangat menguntungkan bagi pebisnis dan konsumennya. Namun perlu diingat bahwa itu semua tidak terlepas dari adanya lingkungan yang dieksploitasi secara berlebihan dan pekerja yang rela dibayar dengan upah yang jauh dari kata layak. 

Dampak yang ditimbulkan dari tren fast fashion menjadi harga yang sangat mahal untuk memproduksi pakaian yang mungkin hanya bertahan dalam jangka waktu yang singkat. Bahkan pakaiannya mungkin sudah longgar karena bahannya memang sengaja dibuat untuk pakaian untuk musim atau jangka waktu tertentu. Ditambah lagi fashion brand yang menggunakan konsep fast fashion perlu terus mengupdate model pakaiannya setiap musim.