xsangna.org

Fashion Terbaru Untuk Penampilan Lebih Trend

You are here: Home - Blogging - Sentuhan Klasik Pada Koleksi Spring Summer Uniqlo X JW Anderson


Sentuhan Klasik Pada Koleksi Spring Summer Uniqlo X JW Anderson

Siapa yang tidak mengetahui brand fashion terkenal, Uniqlo? Bagi pecinta fashion pasti sudah tidak asing lagi dengan ritel asal Jepang tersebut. Nah, pasti Anda sudah mengetahui bahwa Uniqlo sering melakukan kolaborasi dengan brand fashion lainnya atau fashion designer. Misalnya saja Uniqlo X Kaws yang laku keras di pasaran.

Uniqlo merilis koleksi kolaborasinya bersama seniman kontemporer, Brian Donnely atau lebih dikenal sebagai Kaws. Tidak disangka, antusias penggemar karya Kaws sangat tinggi dari berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Koleksi Uniqlo X Kaws ini langsung sold out dalam waktu 1 hari saja. Tema untuk kolaborasi ini adalah “UT KAWS: Summer”, yang menyediakan koleksi 12 graphic T-shirt untuk orang dewasa dan 6 T-shirt untuk anak kecil, 4 totebag.

Beralih ke koleksi lainnya, Uniqlo juga terkenal dengan koleksi pakaian yang menyesuaikan musim. Kali ini Uniqlo kembali melakukan kolaborasi dengan brand fashion asal London, JW Anderson. Kedua label fesyen ini menampilkan koleksi pakaian musim semi atau musim panas 2019.

JW Anderson adalah sebuah ritel fesyen yang dimiliki oleh Jonathan Anderson, seorang desainer terkenal asal London. JW Anderson dikenal dengan rancangan khas yakni permainan motif klasik yang bersifat timeless dan pilihan warna yang menarik.

Diketahui sebelumnya Uniqlo dan JW Anderson telah melakukan kolaborasi untuk lini fashion fall winter yang dirilis 2017 lalu dan spring summer 2018. Tentunya kolaborasi sebelumnya ini menyuguhkan koleksi pakaian dengan rancangan bernuansa kasual ala Inggris. Dalam tema spring summer 2019 ini kerja sama antara dua brand ini mengusung konsep yang menarik.

Fokus utama koleksi pada tema ini adalah jaket trench, kemeja rugby, dominasi corak garis, permainan motif hingga tak lupa jaket bomber khas JW Anderson. Koleksi yang tepat untuk menyesuaikan dengan pakaian sehari-hari ala Uniqlo. Tentunya koleksi ini terbuat dari material yang berkualitas tinggi dan fungsional.

Pakaian sehari-hari ini dapat di mix and match dengan berbagai cara, sesuai dengan keinginan penggunanya. Mulai dari gaya lapis hingga bolak-balik yang dapat digunakan pada kedua sisi. Koleksi ini menyajikan LifeWear baru yang melintasi generasi dan gender, serta memperkenalkan gaya personal dan unik, dan bisa dinikmati sebagai fesyen bebas pada berbagai kesempatan.

Koleksi Pakaian Wanita

Pada koleksi ini lebih menonjolkan banyak garis tepi pakaian yang terlihat modis. Seperti pada koleksi tank top, gaun ruffles dan scarf berbahan linen yang cocok untuk musim panas dengan memberikan sedikit aksen marine untuk gaya sehari-hari.

Motif paisley juga ada di peragaan JW Anderson dan menghadirkan sentuhan lain untuk kolaborasi ini dan menawarkan empat detail dan motif berbeda.

Selain corak paisley, siluet bulu turut ditampilkan pada peragaan busana tersebut. Untuk gaun, blus serta rok ada sedikit perubahan. Tas duffle berlogo JW Anderson bergaya Japonisme, dengan motif floral yang bold memberikan nuansa bergaya resort.

Jaket blus bertudung gaya dan feminine dikombinasikan dengan kulot, menjadikan tampilan terlihat santai namun tetap stylish untuk dipakai saat musim panas.

Koleksi Pakaian Pria

Untuk pakaian pria, lebih menghadirkan jenis pakaian luar yang dapat dipakai bolak balik atau di kedua sisinya untuk memberikan pilihan yang lebih banyak. T-shirt berkantong dengan gaya kasual dan motif garis berwarna, pullover bertudung dan bergaris dengan nuansa marine serta tote bag bergaya klasik.

Pada koleksi pria, tersedia topi bucket yang sangat populer pada musim lalu, namun di upgrade dengan motif garis, kuda laut dan bunga di kedua sisinya.

Selain itu ada jaket musim panas yang ringan, cocok untuk momen yang lebih formal dengan memadukannya dengan celana panjang atau pendek bertali.

Di koleksi ini juga menampilkan kemeja rugby dengan warna yang ceria. Jonathan Anderson mendapatkan inspirasi dari ayahnya yang merupakan pemain rugby dunia dari Irlandia pada tahun 80-an. Sesuai dengan kekhasan yang diusung JW Anderson yaitu Inggris dan klasik, kemeja rugby juga diadopsi dari tradisi Inggris yakni melakukan rugby setiap akhir minggu.